Program Rehabilitasi Jalan Provinsi Lampung: Gebrakan Tahun Pertama Gubernur Rahmat Mirzani Djausal

Bandar Lampung, LGNews.com – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memulai tahun pertama kepemimpinannya dengan gebrakan signifikan di sektor infrastruktur, khususnya rehabilitasi jalan provinsi. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai proyek perbaikan jalan telah digulirkan, mulai dari ruas strategis di Lampung Tengah hingga kawasan wisata di Pesawaran. Dengan total rencana perbaikan mencapai 62 ruas jalan dan anggaran yang ditaksir mencapai Rp1,25 triliun pada tahun 2026, program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur yang akrab disapa Mirza ini menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi faktor penentu keberhasilan program. Ia tidak segan-segan memberikan instruksi tegas kepada kontraktor, konsultan, dan pengawas proyek agar seluruh tahapan teknis dijalankan sesuai prosedur. “Pekerjaan ini bukan hanya dinilai pemerintah, tetapi juga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini. Dampaknya besar bagi perekonomian dan masa depan Lampung,” ujar Gubernur Mirza saat meninjau proyek perbaikan ruas jalan Wates–Metro di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Rabu (22/4/2026).


Proyek Perdana: Perbaikan Ruas Jalan Wates–Metro Senilai Rp14,67 Miliar

Salah satu proyek yang menjadi perhatian publik adalah perbaikan ruas jalan provinsi Wates–Metro. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp14,67 miliar dengan panjang efektif 1,345 kilometer. Pembangunan menggunakan konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton yang dinilai lebih tahan lama dibandingkan aspal konvensional. Teknologi ini dipilih untuk menjamin ketahanan jalan terhadap beban kendaraan berat dan cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Lampung.

Pelaksanaan groundbreaking proyek ini dilakukan langsung oleh Gubernur Mirza di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat maksimal. Jalan yang berkualitas akan memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses ke daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi,” tegasnya.

Gubernur juga memberikan instruksi khusus kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) agar seluruh ruas yang telah dijadwalkan dapat diselesaikan hingga akhir tahun. Ia memperingatkan jajarannya untuk tidak mentolerir keterlambatan atau penurunan kualitas pekerjaan. “Jika ada kontraktor yang tidak memenuhi spesifikasi, kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas. Ini adalah komitmen kami kepada rakyat Lampung,” tambahnya.

Detail ProyekInformasi
Nama Ruas JalanWates–Metro
LokasiDesa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah
Panjang Efektif1,345 kilometer
AnggaranRp14,67 miliar
Jenis KonstruksiRigid Pavement (Perkerasan Beton)
Target PenyelesaianAkhir tahun 2026

Dukungan Pemerintah Pusat: Inpres Jalan Daerah Senilai Rp92,7 Miliar

Pemerintah pusat turut memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di Lampung. Melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, alokasi anggaran sebesar Rp92,7 miliar disiapkan untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah. Salah satu proyek yang mendapat pendanaan dari skema ini adalah perbaikan ruas jalan Padang Cermin–Teluk Kiluan di Kabupaten Pesawaran.

Gubernur Mirza menyambut baik dukungan pemerintah pusat ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan pusat sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. “Ini bukan dari APBD, tetapi melalui Inpres Jalan Daerah. Artinya, pemerintah pusat memberikan perhatian besar untuk membantu perbaikan jalan provinsi di Lampung,” ujar Gubernur Mirza.

Ruas Padang Cermin–Teluk Kiluan merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan wisata unggulan Lampung. Teluk Kiluan sendiri dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang menawarkan keindahan lumba-lumba dan pantai eksotis. Dengan perbaikan jalan ini, diharapkan akses wisatawan semakin mudah, sehingga dapat meningkatkan kunjungan dan pendapatan masyarakat setempat.

Selain itu, pemerintah pusat juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan proyek-proyek yang didanai melalui Inpres Jalan Daerah. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur di Lampung menjadi prioritas nasional, tidak hanya kepentingan daerah semata.


Rencana Besar 2026: 62 Ruas Jalan dengan Anggaran Rp1,25 Triliun

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) telah merencanakan perbaikan sebanyak 62 ruas jalan provinsi pada tahun 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp1,25 triliun, menjadikannya salah satu program infrastruktur terbesar dalam sejarah Lampung. Rencana ini mencakup berbagai ruas jalan di seluruh kabupaten/kota, termasuk Lampung Timur dan Way Kanan yang selama ini dikenal memiliki kondisi jalan memprihatinkan.

Kepala Dinas BMBK Lampung menyebutkan bahwa pemilihan ruas jalan didasarkan pada prioritas tingkat kerusakan, volume kendaraan, dan potensi ekonomi daerah. “Kami melakukan survei dan pemetaan secara menyeluruh. Jalan-jalan yang menjadi urat nadi perekonomian akan mendapat prioritas utama,” jelasnya.

Berikut adalah daftar beberapa ruas jalan yang masuk dalam rencana perbaikan tahun 2026:

  • Lampung Tengah: Ruas Wates–Metro (sedang berjalan), ruas Bandar Jaya–Punggur
  • Lampung Timur: Ruas Sukadana–Labuhan Maringgai, ruas Braja Slebah–Way Jepara
  • Way Kanan: Ruas Blambangan Umpu–Negeri Besar, ruas Baradatu–Bahuga
  • Pesawaran: Ruas Padang Cermin–Teluk Kiluan (Inpres), ruas Gedong Tataan–Kedondong
  • Bandar Lampung: Ruas Rajabasa–Telukbetung, ruas Panjang–Sukarame

Gubernur Mirza menekankan bahwa perencanaan yang matang harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Ia telah memerintahkan tim pengawas independen untuk melakukan evaluasi berkala terhadap setiap proyek. “Kami tidak ingin ada proyek yang mangkrak atau kualitasnya rendah. Semua harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan,” tegasnya.


Dampak Ekonomi dan Sosial: Harapan Baru bagi Masyarakat Lampung

Rehabilitasi jalan provinsi tidak hanya berdampak pada sektor infrastruktur, tetapi juga membawa harapan baru bagi perekonomian masyarakat Lampung. Jalan yang mulus dan aman akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan ke pusat-pusat perdagangan. Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas utama seperti kopi, lada, singkong, dan kelapa sawit. Dengan akses jalan yang lebih baik, petani dan nelayan dapat menjual hasil panennya dengan harga yang lebih kompetitif.

Selain itu, sektor pariwisata juga diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan. Ruas Padang Cermin–Teluk Kiluan yang sedang diperbaiki menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur dapat membuka potensi wisata daerah. “Kami ingin Teluk Kiluan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Tapi itu tidak akan terwujud tanpa jalan yang layak,” ujar Gubernur Mirza.

Masyarakat setempat pun menyambut antusias program ini. Seorang petani di Lampung Tengah, Ahmad (45), mengaku sangat terbantu dengan perbaikan jalan Wates–Metro. “Dulu jalan rusak parah, hasil panen sering terlambat sampai ke pasar karena truk harus memutar jauh. Sekarang kami berharap lebih cepat dan biaya transportasi lebih murah,” tuturnya.

Namun, Gubernur Mirza mengingatkan bahwa perbaikan jalan bukanlah akhir dari segalanya. Ia meminta masyarakat untuk turut serta merawat dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun. “Kami membangun untuk rakyat. Tapi tanggung jawab untuk merawat juga ada di tangan kita semua. Jangan sampai jalan yang baru selesai langsung rusak lagi karena tidak dirawat,” pesannya.


Pengawasan Ketat dan Komitmen Kualitas: Kunci Keberhasilan Program

Salah satu poin penting yang terus ditekankan Gubernur Mirza adalah pengawasan kualitas pekerjaan. Ia menginstruksikan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor, konsultan, hingga pengawas, untuk bekerja secara profesional dan transparan. “Setiap tahapan harus dipertanggungjawabkan. Jika ada pelanggaran, kami tidak akan ragu mengambil tindakan hukum,” ancamnya.

Pemerintah provinsi juga melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan. Melalui forum-forum desa dan kecamatan, warga dapat melaporkan jika menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek. “Kami ingin membangun dengan hati. Masyarakat adalah pengawas terbaik karena mereka yang merasakan langsung dampaknya,” ujar Gubernur.

Selain itu, untuk memastikan kualitas, semua proyek menggunakan spesifikasi teknis yang ketat. Misalnya, penggunaan rigid pavement pada ruas Wates–Metro dipilih karena daya tahannya yang lebih lama dibandingkan aspal. “Kami belajar dari pengalaman. Jalan aspal di beberapa daerah cepat rusak karena beban kendaraan berat. Dengan beton, umur jalannya lebih panjang meskipun biaya awalnya lebih mahal,” jelas Kepala Dinas BMBK.

Aspek PengawasanLangkah yang Diambil
Kualitas MaterialUji laboratorium terhadap sampel beton dan aspal
Ketepatan WaktuSistem pelaporan mingguan oleh kontraktor
Kepatuhan AnggaranAudit internal oleh Inspektorat Provinsi
Partisipasi MasyarakatHotline pengaduan dan forum desa

Penutup: Menatap Masa Depan Lampung yang Lebih Terkoneksi

Program rehabilitasi jalan provinsi tahun pertama Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang berkualitas. Dengan dukungan pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah, serta perencanaan matang untuk 62 ruas jalan pada tahun 2026, Lampung berada di jalur yang tepat untuk menjadi provinsi yang lebih terkoneksi dan berdaya saing.

Namun, perjalanan masih panjang. Masih banyak ruas jalan yang membutuhkan perhatian, terutama di daerah-daerah terpencil. Gubernur Mirza berjanji akan terus mengupayakan tambahan anggaran dan dukungan dari berbagai pihak. “Ini baru awal. Kami akan terus bekerja keras agar seluruh rakyat Lampung dapat menikmati infrastruktur yang layak. Karena pembangunan adalah hak semua warga,” pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Lampung optimis dapat mewujudkan visi sebagai provinsi yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Program rehabilitasi jalan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi untuk generasi mendatang. (LGNews.com)