Gubernur Ansar Ahmad Gencar Promosikan Daya Saing Batam FTZ: Investasi Manufaktur Kepri Tembus Rp48,9 Triliun di Tengah Persaingan ASEAN
Batam, Kepulauan Riau – Di tengah ketatnya persaingan kawasan industri di Asia Tenggara, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan taringnya sebagai destinasi investasi manufaktur kelas dunia. Gubernur Kepulauan Riau sekaligus Ketua Dewan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, Tanjungpinang, dan Karimun (BBK), H. Ansar Ahmad, terus menggencarkan diplomasi ekonomi untuk memperkuat posisi Batam FTZ sebagai hub manufaktur terdepan di ASEAN.
Langkah strategis ini membuahkan hasil signifikan. Data terbaru menunjukkan perekonomian Kepri tumbuh fenomenal sebesar 7,48 persen (year-on-year) pada triwulan ketiga tahun 2025, menjadikannya yang tertinggi di Pulau Sumatra dan peringkat ketiga secara nasional. Realisasi investasi pun mencapai angka fantastis Rp48,90 triliun, melampaui target daerah dan menyerap lebih dari 84 persen target nasional.
Pertumbuhan Ekonomi Double Digit dan Lonjakan Investasi Manufaktur
Sektor Manufaktur sebagai Motor Utama
Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,48 persen pada triwulan ketiga 2025 bukanlah kebetulan. Sektor manufaktur menjadi kontributor utama, didukung oleh aktivitas industri pengolahan yang terus menggeliat di kawasan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun. Angka ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional dan menunjukkan resiliensi ekonomi daerah yang berbasis pada sektor riil.
| Indikator Ekonomi Kepri | Capaian (Triwulan III 2025) |
|---|---|
| Pertumbuhan Ekonomi (yoy) | 7,48% |
| Peringkat di Sumatra | Pertama |
| Peringkat Nasional | Ketiga |
| Realisasi Investasi | Rp48,90 triliun |
| Capaian Target Daerah | Melampaui 100% |
| Capaian Target Nasional | >84% |
“Pertumbuhan ekonomi Kepri sangat solid dan menunjukkan kepercayaan yang besar dari investor. Realisasi investasi yang terus naik memperlihatkan bahwa iklim usaha kita semakin kompetitif dan menarik,” ujar Gubernur Ansar Ahmad dalam Joint Investment Promotion Event di Singapura, Selasa (18/11/2025).
Investasi Melampaui Target Daerah
Realisasi investasi sebesar Rp48,90 triliun hingga triwulan ketiga 2025 menjadi bukti konkret bahwa Kepri berhasil menarik minat investor global. Angka ini tidak hanya melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target investasi nasional.
Beberapa sektor yang mendominasi realisasi investasi di Kepri meliputi:
- Industri manufaktur: Elektonik, komponen kendaraan, dan peralatan medis
- Pertambangan: Terutama bauksit dan mineral ikutan
- Pariwisata dan properti: Pengembangan resort dan kawasan hunian eksklusif
- Infrastruktur pelabuhan: Pengembangan logistik maritim
Diplomasi Ekonomi di Singapura: Memperkuat Daya Saing FTZ Batam
Forum Investasi Bersama WG BBK
Gubernur Ansar Ahmad secara aktif mempromosikan potensi investasi Kepri dalam Joint Investment Promotion Event: Investment Opportunities and Business Regulations in the Batam, Bintan, and Karimun (BBK) Free Trade Zone yang digelar di Singapura. Forum ini merupakan bagian dari kerja sama Working Group Batam, Bintan, dan Karimun (WG BBK) yang diinisiasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura.
Acara bergengsi ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo, Chairman Singapore Economic Development Board Png Cheong Boo, serta ratusan pelaku usaha dan calon investor dari Singapura. Kehadiran para pemangku kepentingan tingkat tinggi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kawasan FTZ.
Paparan Strategis Gubernur Ansar
Dalam paparannya, Gubernur Ansar menjelaskan secara rinci keunggulan kompetitif Kepri dibandingkan kawasan industri lain di ASEAN. Beberapa poin kunci yang disampaikan meliputi:
- Lokasi strategis: Berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Singapura
- Infrastruktur modern: Pelabuhan kontainer, bandara internasional, dan kawasan industri terintegrasi
- Insentif fiskal: Pembebasan bea masuk, PPN tidak dipungut, dan kemudahan perizinan di kawasan FTZ
- Tenaga kerja kompetitif: Upah yang kompetitif dengan produktivitas tinggi
“Kami menawarkan lebih dari sekadar kawasan industri. Kepri adalah pintu gerbang menuju pasar ASEAN yang berpenduduk 650 juta jiwa,” tegas Ansar di hadapan para investor.
Perjuangan Perluasan FTZ ke Bintan dan Karimun
Wacana FTZ Menyeluruh di Kepri
Salah satu agenda utama Gubernur Ansar Ahmad adalah mendorong perluasan status Free Trade Zone (FTZ) secara menyeluruh ke Kabupaten Bintan dan Karimun. Saat ini, status FTZ penuh baru diterapkan di Kota Batam, sementara Bintan dan Karimun masih memiliki keterbatasan dalam penerapan kebijakan perdagangan bebas.
Permintaan ini secara langsung disampaikan Gubernur Ansar kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat kunjungan kerja ke Batam pada Rabu, 10 September 2025. “Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan. Bintan dan Karimun memiliki potensi besar yang sayang jika tidak dimaksimalkan,” ujar Ansar.
Koordinasi Intensif dengan Pemerintah Pusat
Meskipun proses perluasan FTZ masih panjang, Gubernur Ansar memastikan bahwa pembahasan dengan pemerintah pusat berjalan intensif. Beberapa langkah yang telah dilakukan meliputi:
- Pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk membahas regulasi
- Koordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait insentif fiskal
- Sosialisasi dengan DPR RI untuk mendapatkan dukungan legislatif
- Penyusunan kajian akademis mengenai dampak ekonomi perluasan FTZ
“Kami sudah bertemu dengan Menteri Koordinator dan beberapa kementerian terkait. Prosesnya memang panjang, tapi kami optimis,” kata Ansar dalam keterangannya.
Dampak Ekonomi yang Diharapkan
Perluasan FTZ ke Bintan dan Karimun diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, antara lain:
| Dampak | Deskripsi |
|---|---|
| Peningkatan investasi | Target investasi baru hingga Rp20 triliun per tahun |
| Penciptaan lapangan kerja | Potensi penyerapan 50.000 tenaga kerja baru |
| Diversifikasi ekonomi | Pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif |
| Peningkatan ekspor | Kemudahan akses pasar global |
Peresmian Kantor PPID dan Strategi Promosi Investasi Terstruktur
Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah
Gubernur Ansar Ahmad juga menghadiri peresmian Kantor Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) di Batam. Keberadaan kantor ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah untuk melakukan promosi investasi secara lebih terstruktur dan profesional.
PPID akan berfungsi sebagai:
- One-stop service bagi calon investor yang ingin menanamkan modal di Kepri
- Pusat informasi mengenai peluang investasi di berbagai sektor
- Fasilitator perizinan dan konsultasi bisnis
- Penghubung antara investor dengan pemerintah pusat dan daerah
Strategi Promosi Berbasis Data
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyadari bahwa persaingan menarik investasi di kawasan ASEAN semakin ketat. Oleh karena itu, strategi promosi yang dilakukan tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berbasis data dan analisis pasar.
Beberapa strategi yang diterapkan meliputi:
- Digital marketing: Website interaktif dan portal investasi yang informatif
- Roadshow internasional: Kunjungan langsung ke pusat-pusat bisnis di Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa
- Kerja sama bilateral: Memanfaatkan forum WG BBK dan perjanjian dagang dengan Singapura
- Insentif khusus: Paket insentif yang disesuaikan dengan kebutuhan investor
Tantangan dan Prospek Investasi Manufaktur di ASEAN
Persaingan dengan Negara Tetangga
Meskipun Kepri menunjukkan performa impresif, persaingan di kawasan ASEAN tetap ketat. Vietnam, Thailand, dan Malaysia terus mengembangkan kawasan industri mereka dengan berbagai insentif menarik. Namun, Gubernur Ansar optimis Kepri memiliki keunggulan komparatif yang sulit ditandingi.
“Indonesia ini sangat kaya dan beragam. Dari Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua, produk-produk lokal kita sangat kreatif dan berkualitas. Sayangnya, banyak yang belum terpromosikan dan belum terjual secara optimal,” ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam kesempatan terpisah.
Solusi Strategis Pemerintah Daerah
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyiapkan berbagai program strategis guna menarik investor serta menciptakan lapangan kerja. Program-program tersebut meliputi:
- Pengembangan SDM: Pelatihan vokasi dan sertifikasi tenaga kerja industri
- Infrastruktur digital: Pembangunan jaringan fiber optik dan data center
- Efisiensi birokrasi: Penyederhanaan perizinan melalui sistem OSS-RBA
- Kemitraan global: Joint venture dengan perusahaan multinasional
Prospek ke Depan
Dengan pertumbuhan ekonomi yang solid, realisasi investasi yang melampaui target, serta komitmen kuat untuk memperluas FTZ, Kepri diproyeksikan akan menjadi salah satu destinasi investasi manufaktur utama di ASEAN. Gubernur Ansar Ahmad menargetkan agar Kepri dapat menjadi hub logistik dan manufaktur yang terintegrasi dengan rantai pasok global.
“Kami tidak hanya mengejar angka investasi, tetapi juga kualitas investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Setiap investasi yang masuk harus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas produksi lokal,” tutup Ansar.
Reporter: Tim Liputan Ekonomi
Editor: Redaksi